Sabtu, 30 Oktober 2010

CARA MEMBUAT LARUTAN


CARA MEMBUAT LARUTAN

  1. Tujuan:
    1. Membuat Larutan
    2. Membuat Larutan Dengan Pengenceran
    3. Membuat Larutan Dengan Pencampuran

  1. Dasar Teori
Kartimi ( 2010 ) Menyatakan Bahwa:
    1. Molaritas ( M ) Adalah Perbandingan antara banyaknya zat terlarut dalam 1 liter larutan
    2. Molalitas ( m ) Adalah Perbandingan antara zat terlarut dalam 1000 gram pelarutan
    3. Fraksi mol Adalah Perbandingan banyaknya zat terlarut dengan mol larutan
    4. Pengenceran Adalah Penambahan sejumlah air kedalam suatu larutan
Syukri ( 1999 ) Menyatakan bahwa:
Hukum kekalan massa, pada tahun 1774, Lavoiser memanaskan timah dengan oksigen dalam wadah tertutup dan menimbang secara teliti dan ia berhasil membuktikan bahwa dalam wadah tertutup tidak terjadi perubahan massa ia mengmukakan pernyataan tersebut sebagai hokum kekekalan massa.Yang berbunyi:
“Pada reaksi kimia massa zat pereaksi sama dengan massa zat hasil reaksi”
Banyak zat kimia yang terdapat dilaboratorium tidak dalam keadaan murni tetapi berupa larutan seperti garam, asam sufat, asam nitrat jumlah mol zat dalam larutan bergantung pada konsentrasi dan volumenya, suatu konsentrasi yang umum dipakai adalah molar ( M ).






  1. Alat Dan Bahan
3.1.Alat:
- Neraca
- Kaca Arloji
- Spatula
- Labu Volumetrik
- Gelas Kimia
- Gelas Ukur
- Corong
3.1.Bahan:
- NaCl
- Urea
- Sukrosa

D. Cara Kerja
  1. Menghitung massa zat terlarut pada neraca yang dilapisi denga kaca arloji.
  2. Masukkan massa zat yang sudah ditimbang kedalam gelas ukur.
  3. Kemudian tambahkan air sebanyak 100 ml. Aduk rata dengan menggunakan spatula.
  4. Lalu pindahkan larutan tersebut dengan menggunakan corong. Kemudian kocok perlahan sehingga larutan tercampur denan rata.
  5. Kemudian pindahkan kedalam gelas kimia.
  6. Dan lakukan pembuatan larutan pengenceran dengan menanbahkan air kedalam larutan yang sudah direaksi tadi dan pencampuran dengan cara menggabungkan larutan yang sama tetapi mempunyai konsentrasi yang berbeda.
  7. Kemudian lakukan yang sama denga bahan yang berbeda.





E. Hasil dan Pembahasan:
5.1. Hasil:
a.Membuat Larutan NaCl 0,1 M, Sukrosa 0,1 M, Urea
0,02 M
Zat Terlarut
Massa Zat Terlarut
NaCl
0,585 gram
Sukrosa
0,6 gram
Urea
0,684 gram

b.Membuat larutan dengan pengenceran
Zat Terlarut
Molaritas Zat Terlarut
NaCl
0,01 M
Sukrosa
0,01 M
Urea
0,002 M
c.Membuat larutan dengan pencampuran
Zat Terlarut
Molalitas Zat Terlarut
NaCl
0,019 M
Sukrosa
0,019 M
Urea
0,0038 M
















5.3. Pembahasan
Dalam suatu larutan yang sudah direaksikan mempunyai konsentrasi dalam larutan tersebut. Nilai suatu konsentrasi diperoleh dari massa zat terlarut dan molekul relatif atau atom relatifnya. Massa zat terlarut berasal dari berapa gram yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu larutan dan molekul relatif berasal dari berapa nomor atom dari suatu zat terlarut yang sudah dilarutkan dan diperoleh hasil konsentrasi tiao larutan tersebut.
Dan dalam tiap milliliter larutan tersebut memiliki kesamaan dalam konsentrasinya. Apabila konsentrasi berubah bila diadakan atau proses pengenceran dan pencampuran.
Maksud dari pengenceran itu proses penambahan zat cair atau larutan dalam suatu larutan yang akan direaksikan. Dan maksud dari pencampuran itu adalah proses penggabungan suatu larutan dengan larutan lain atau larutan yang sama. Dan dalam setiap mililiternya.
Bila konsentrasi atau kemolaritasan suatu benda kecil atau tingkat kemurniannya kecil akan mengakibatkan suatu larutan tersebut tidak asli atau tidak murni.
Dan dalam pengukuran massa zat dalam reaksi sehingga ditemukan hukum – hukum dasar kimia. Definisi tersebut dijadikan titik tolak oleh dalthon untuk melahirkan teori kimia pertama.

F. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang kita lakukan dapat disimpulkan, bahwa dalam percobaan tadi adalah:
    1. Dalam tiap miliiter suatu larutan terdapat konsentrasi atau molalitasnya.
    2. Bila konsentrasi larutan terlalu besar bias dilakukannya proses pengenceran atau pencampuan.
    3. Sifat suatu larutan tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi zat terlarut.

G. Daftar Pustaka
  1. Syukri, 1999, kimia dasar jilid, penerbit: ITB, Bandung
  2. Keenan, W.K, dkk, 1989, Kimia Untuk Universitas, penerbit: Erlangga, jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar